Senin, 16 Oktober 2017

Pendahuluan Kuy ! check it and read it ! :D




     Pada hakikatnya pendidikan merupakan peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia  karena  pendidikan dianggap sebagai perbuatan yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk membentuk manusia seutuhnya dan menjadikan manusia memiliki kualitas yang lebih baik, dari yang tidak tahu menjadi tahu. Guru dan siswa merupakan salah satu unsur terpenting dalam sebuah pendidikan. Siswa menjadi subyek dalam proses pelaksanaan pembelajaran dan guru sebagai fasilitator belajar siswa yang mampu membimbing siswa untuk belajar lebih aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran.
     Menurut Undang-undang No. 20 tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, masyarakat, bangsa dan negara. Ini berarti bahwa fokus dan tujuan pendidikan bukan hanya aspek masa kini melainkan juga menyangkut pengembangan sumber daya manusia indonesia yang berkualitas melalui pendidikan yang merupakan upaya sungguh–sungguh dan terus menerus dilakukan untuk mewujudkan manusia indonesia seutuhnya. 
     Belajar IPA merupakan proses aktif, namun keaktifan secara fisik saja tidak cukup untuk belajar IPA, siswa juga harus memperoleh pengalaman berpikir melalui kebiasaan berpikir dalam belajar IPA. Seperti dalam pengertianya IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa karena banyak konsep yang memuat tentang ilmu hafalan baik teori maupun rumus. Oleh karena itu di perlukan pengajaran yang efektif sebagai bentuk pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri
     Susetiyono (2010) menyatakan bahwa ilmu pengetahuan alam (IPA) dan teknologi dalam abad ini mengalami perkembangan yang pesat dan diperkirakan akan lebih pesat pada abad-abad yang akan datang. IPA merupakan ilmu yang mendasari kemajuan teknologi, sehingga harus disajikan secara merangsang dan menarik, sifat ingin tahu pada anak didik supaya terus dipupuk dan dikembangkan. Siswa memerlukan kegiatan sehingga terlibat dalam proses belajar. belajar siswa yang meningkat lebih baik dari sebelumnya. Penggunaan media pembelajaran secara tepat merupakan hal penting dalam proses pembelajaran, karena media mempunyai berbagai kelebihan antara lain membuat konsep yang abstrak dan kompleks menjadi sesuatu yang nyata, sederhana, sistematis dan jelas (Wena, 2009).
     Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengurangi kebosanan, kesulitan dan kondisi tertekan siswa terhadap mata pelajaran IPA sekaligus menciptakan suasana pembelajaran adalah mengemas pembelajaran dengan cara belajar sambil bermain. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media monopoli untuk mata pelajaran IPA terpadu subtema keanekaragaman hewan dan tumbuhan. Kunci keberhasilan pembelajaran IPA terpadu dapat dicapai dengan menyediakan media pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Monopoli adalah satu permainan papan dan pemain berlomba untuk mengumpulkan kekayaan melalui satu pelaksanaan sistem permainan dengan memasukan petak pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta permainan (Wulandari dan Sukimo, 2012).
     Permainan monopoli dipilih karena termasuk suatu permainan yang relatif digemari anak dan mudah dalam memainkannya. Pada monopoli IPA kali ini, bagian-bagian dari hewan dan tumbuhan dapat dianalogikan sebagai kota atau negara yang mewakili fungsi-fungsi tertentu pada permainan monopoli. Para pemain monopoli harus melakukan beberapa hal yaitu menyewakan, membeli dan menjawab pertanyaan. Konsep media pembelajaran monopoli ini diadopsi dari permainan monopoli secara umum. Monopoli dipililih karena dengan media ini dapat melatih daya ingat siswa dalam penguasaan konsep materi, melatih dan mendorong keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapatnya, dan melatih penguasaan dan pemahaman konsep materi. Untuk mengatasi hal tersebut, seorang guru dituntut untuk lebih kreatif dan profesional dalam mengajar agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien dalam mencapai prestasi belajar yang maksimal. Guru perlu memilih metode, model, sumber belajar serta media pembelajaran yang sesuai agar pengajaran guru lebih menarik dan materi yang diterima oleh siswa tidak hanya sekedar sekumpulan konsep.
     Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas IV SD Negeri Sawah Besar 01 Semarang, memperlihatkan bahwa proses pembelajaran kebanyakan masih jarang dalam menggunakan media saat menjelaskan pembelajaran. Selain dari guru, faktor dari siswa juga sangat berpengaruh pada proses pembelajaran dalam mengoptimalkan pencapaian hasil belajar yang diharapkan. Hal tersebut disebabkan oleh faktor lingkungan dan pembelajaran yang kurang variatif, yaitu masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat saat proses pembelajaran berlangsung siswa cenderung pasif, dimana pada saat pembelajaran berlangsung banyak siswa yang kurang memperhatikan dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siswa cenderung asik berbicara dengan temannya, bermain bolpoin mencoret-coret buku tulisnya dan melamun. Sehingga hasil belajar yang dicapai siswa kurang optimal. Hal ini di lihat dari nilai siswa kelas IV belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu sebesar 70 dan dibuktikan dari nilai UAS yang mencapai KKM hanya 7 anak saja dan 13 lainnya dibawah KKM. Berdasarkan kenyataan yang telah diuraikan, maka yang menjadi masalah utama adalah strategi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah media pembelajaran yang mudah digunakan dan dapat dikembangkan oleh guru untuk melatih siswa berpikir ilmiah dan menarik perhatian siswa agar aktif dalam kegiatan pembelajaran.
     Maka untuk meningkatkan minat belajar siswa dapat di upayakan dengan cara memilih media pembelajaran yang tepat. Media pembelajaran yang dipilih harus disesuaikan dengan kemampuan, tujuan dan dapat menyenangkan siswa, sehingga siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat digunakan sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses belajar mengajar dan sebagai alat untuk menarik perhatian siswa terhadap pembelajaran yang akan disampaikan. Sehingga saat proses belajar mengajar berlangsung siswa tidak merasa bosan dan dapat mempengaruhi pada hasil.
     Peran media sangat besar pada proses belajar mengajar untuk meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari suatu penelitian tentang penggunaan media dalam proses belajar mengajar. Hasil penelitian Rizka Indah Sulistiarni (2016) mengenai minat belajar IPA di SD Negeri Kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan menunjukkan data sangat tinggi 21,79%, tinggi 71,79%, rendah 6,41%. Hal ini menunjukkan bahwa minat peserta didik untuk mempelajari IPA  tinggi dan membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran monopoli lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Karena dengan media pembelajaran monopoli siswa menjadi lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran, selain itu pembelajaran yang awalnya hanya berpusat pada guru dengan penggunaan media pembelajaran monopoli pembelajaran berpusat pada siswa. Pada permainan monopoli siswa dituntut untuk menguasai materi dengan cara yang menyenangkan sehingga akan tumbuh minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk media pembelajaran IPA terpadu berupa monopoli IPA yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran. 
penuh.
     Melalui media pembelajaran monopoli, ilmu pengetahuan yang didapatkan oleh siswa tidak hanya materi saja akan tetapi siswa juga dapat mengetahui cara bermain monopoli agar siswa tidak merasa jenuh atau bosan dalam menerima pelajaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar, semangat, kreativitas siswa dalam menerima pelajaran di kelas dan bekerja sama secara berkelompok. Untuk itu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran dan penggunaan media pembelajaran yang tepat agar diperoleh peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV.
     Berdasarkan uraian diatas peneliti menentukan judul penelitian  Pengaruh Model STAD Berbantu Media Monopoli Sains Terpadu UntukMeningkatkan Minat Belajar IPA Siswa Kelas IV Subtema Keanekaragaman Hewan dan Tumbuhan SD Negeri Sawah Besar 01 Semarang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar